Si Kembar Rama Dan Yani Dulu Alami Gizi Buruk, Begini Kondisinya Kini

Berita Update161 Dilihat
banner 336x280

POLISI NEWS | VOA SINGKIL. Masih ingat dengan si kembar Rama dan Yani berumur empat bulan, warga Desa Suka Damai Kecamatan Singkil, dulu sempat viral karena mengalami gizi buruk parah akibat keterbatasan ekonomi keluarganya.

Saat itu banyak bantuan masuk dari para donatur, untuk memenuhi gizi sang balita, kini sudah enam bulan berlalu, lantas bagaimana kondisi si kebar itu kini?

banner 336x280

VOA mencoba mengunjungi kediaman Rama dan Yani dan kebetulan kedua orang tuanya berada di rumah, dengan senyum tipis mereka menyapa penulis yang menandakan sudah kenal.

Saat itu kami sempat bercerita dan sesekali penulis memperhatikan kondisi si kembar yang sudah mulai terlihat membaik, tidak sama lagi dengan pertama kali penulis lihat dulu kurus dan sangat memprihatinkan.

Elek (45) orang tua si kembar mengatakan, setelah enam bulan ini kesehatan si kembar Rama dan Yani telah mengalami kemajuan, di mana saat ini berat badan keduanya sudah naik jauh di angka 7 kilogram untuk Rama dan Yani di angka 5 kilogram.

Menurut Elek, bantuan yang diserahkan donatur dulu ia gunakan untuk pemenuhan gizi kedua anaknya. Ia memanfaatkan bantuan tersebut sebaik mungkin untuk keperluan si kembar dan keluarga.

“Alhamdulillah, saya ucapkan ribuan terimakasih kepada seluruh donatur yang telah begitu peduli dengan keluarga saya, hanya Allah SWT lah yang dapat membalas kebaikan bapak ibu semua,” ucap Elek.

Selain itu, Elek juga bercerita dengan kondisi rumahnya yang tidak layak, sehingga beliau berharap ada perhatian pemerintah untuk memberikan bantuan rumah kepada keluarganya.

Memang, bila kita lihat kondisi rumah Elek tidak bisa disebut sebagai sebuah rumah melainkan gubuk, karena kondisinya yang sangat tidak layak, bangunan berkontruksi kayu dan triplek berdiameter 4×8 tersebut dibangun asal siap.

Elek memiliki delapan orang anak yang masih kecil-kecil, di mana yang paling besar masih di tingkat Sekolah Menengah Pertama bernama Hartati (13), perhatian pemerintah sangat dibutuhkan keluarga miskin tersebut.***

Jurnalis| Baharuddin Brutu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *