Ratusan Hektar Lahan Persawahan Di Dusun 3 Desa Lama Membutuhkan Air, Copot Kadis Pertanian

Nasional387 Dilihat

POLISI NEWS | LANGKAT. Ratusan Hektar lahan persawahan masyarakat di Dusun III Desa Lama Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara , menjerit membutuhkan air untuk bercucuk tanam bagi persawahan mereka yang membutuhkan air, sementara waduk di Desa Lama kering dan tak berpungsi.

Adabaiknya Plt Bupati Langkat H.Syah Afandin, SH mencopot Kadis Pertanian Langkat diduga tak peduli terhadap masyarakat yang membutuhkan air buat persawahan.

banner 336x280

Bayangkan masyarakat di Desa tersebut sangat membutuhkan air, sementara air tidak bisa dialirkan, padahal jarak sungai sangat dekat dengan persawahan mereka, namun proyek waduk Desa Lama gagal total.

Kok diam Kadisnya kok kayak gak peduli terhadap rintihan warga Desa Lama.

Proyek waduk Desa Lama sejak di bangun tidak bisa bermanfaat bagi persawahan masyarakat alias tidak berpungsi, boleh dikatakan waduk asal asal, kadis Pertanian diduga tidak ambil tau dan ada kesan lepas tangan tentang kebutuhan masyarakat.

Salah seorang petani yang tak ingin disebut namanya mengatakan Sulit air pak, kami pusing dibuat waduk tersebut, puluhan miliar uang Negara untuk pertanian dari Pemkab Langkat terbuang sia- sia dan tak bisa bermanfaat untuk masyarakat.

Yang herannya Aparat Penegak Hukum (APH ) mengapa diam membisu boleh jadi sudah ada apa apanya terhadap Kontraktor tersebut,”ketus warga.

“LSM KPK Langkat-Sumut melalui Kordinatornya Sangkot Nasution, minta kepada Kejaksaan Negeri Sumut agar meninjau kembali Kasus Waduk di Desa Lama, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, karena merugikan negara puluhan miliar yang tak bermanfaat bagi masyarakat pertanian,

‘Kalau perlu Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK) turun ke Langkat agar mengusut, memantau waduk di Desa Lama, Kecamatan Sei Lepan yang merugikan keuangan negara sampai puluhan miliar rupiah, “terangnya.

Jurnalis | Muslim Yusuf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *