Ramly Ketua LSM Reaksi Sumut Tantang Kadis Perindag Langkat Transparan

Membuka Dana Keuntungan Penjualan Beras Bulog

Hukum116 Dilihat
banner 336x280

POLISI NEWS | LANGKAT. Viral berita terkait Berita Kegiatan Pasar Murah Beras Bulog Yang disinyalir Raub Keuntungan Ratusan Jutaan Rupiah” di beberapa media online dan cetak yang berita ini terbit sejak beberapa hari yang lalu.

Akhirnya mendapat tanggapan dari Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ikhsan Aprija, S.STP, M.Si, saat ditemui wartawan kemarin menyampaikan, “itu semua adalah Hoax”. Ikhsan kemudian menjelaskan, bahwa kegiatan Gerakan Pasar Murah sebagai antisipasi terjadinya inflasi dan stabilisasi harga bahan pokok pangan serta penanganan stunting menjelang HBKN Ramadhan & Idul Fitri 1445 H/2024.

banner 336x280

” Kegiatan yang kami lakukan murni mengantisipasi inflasi, tidak ada kepentingan pribadi. Ini kami lakukan demi masyarakat Kabupaten Langkat.”

Terpisah, menanggapi bantahan berita tersebut Ramly selaku Ketua DPP LSM Reaksi Sumut kepada wartawan (21/03) mengatakan jika berita atau temuan kami ini hoax mereka mengada-ada bagaimana dikatakan hoax kegiatan pasar murahnya mereka akui dilaksanakan dan mereka juga mengakui menjual beras di 23 kecamatan se kabupaten Langkat yang masing-masing Kecamatan sebanyak 10 ton, dimana melalui Dinas Perindag yang bekerjasama pada bulog, dengan harga beras SPHP, seharga Rp11.000.- (sebelas ribu rupiah) per kilogram, kemasan 5 Kg dapat di beli warga dengan harga Rp.55.000.- ( lima puluh lima ribu rupiah) /5 kilogram)” Sedangkan harga tebus beras pada Bulog di gudang Stabat seharga Rp10.250. per kilogram, artinya di kegiatan pasar murah ini terdapat keuntungan sebesar Rp.750.- (tujuh ratus lima puluh rupiah) per kilogram, jika kemasan beras seberat 5 kilo gram maka keuntungan per karung sebesar Rp. 3.750.-(tiga ribu tujuh ratus lima puluh rupiah) per karung, maka jika pendistribusian beras di setiap kecamatan sebanyak 10.000 kilogram (10 ton ) maka keuntungan yang diperoleh mereka sebesar Rp.37.500.000.-(tiga puluh tujuh juta lima ratus ribu rupiah) jika dikalikan 23 kecamatan maka pada kegiatan pasar murah ini mereka menghasilkan keuntungan sebesar Rp.862.500.000-(delapan ratus enam puluh dua juta lima ratus ribu rupiah).

Sedangkan mengenai biaya angkutan beras ke kecamatan di tanggung oleh para camat, hal ini sudah kami konfirmasi kepada beberapa camat di kabupaten Langkat yang mereka katakan jika dalam kegiatan pasar murah ini mereka para camat yang menanggung biaya angkutan pasar murah tersebut.

“Maka muncul pertanyaan kemana aliran uang keuntungan beras tersebut, untuk itu saya Ramly Ketua Reaksi Sumut Tantang Kadis Perindag Langkat transparan membuka aliran dana keutungan penjualan beras Bulog, jangan hanya ngomong mengatakan berita ini Hoax,”ucap Ramly.

Lebih lanjut Ramly mengatakan, Jika memang benar mereka (Pemkab Langkat) mau membantu masyarakat dalam kebutuhan sembako (beras) seharusnya mereka menjual sesuai harga tebus beras di gudang Bulog seharga Rp.10.250.-(sepuluh ribu dua ratus lima puluh rupiah) per kilogram bukan malah menjual beras seharga Rp.11.000.-(sebelah ribu lima ratus ribu rupiah) per kilogram,itu sama saja pemerintah kabupaten Langkat mau berdagang dengan masyarakat.

Yang parahnya lagi akibat kegiatan pasar murah ini para mitra RPK Bulog di Langkat tidak kebagian beras kemasan 5 kilogram melainkan hanya mendapatkan jatah beras dengan ukuran karung 50 kilogram, hal ini tentunya mempersulit para RPK menjual beras tersebut.

Oleh karena itu, Ramly mengatakan akan melaporkan permasalahan ini kepada Perum Bulog Sumut dan Satgas Pangan, yang salah satu elemennya adalah pihak kepolisian” kata Ramly.

Jurnalis| Tim Polisi News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *