Polda Jabar Berhasil Gagalkan Penyelundupan 70.000 Benih Lobster

Polda Jabar Berhasil Gagalkan Penyelundupan 70.000 Benih Lobster

POLISI NEWS | BANDUNG. Direktorat Kriminal Khusus Polda Jabar berhasil menggagalkan penyelundupan 70,000  bibit Lobster (Benur) yang dikirm dari Sukabumi Jawa Barat.

Pengungkapan kasus berawal pada hari Jum’at tanggal 23 sekitar jam 2 pagi kemudian Penyidik Unit I Subdit IV/Tipidter Krimsus Polda Jabar berhasil mengamankan tersangka C dan CS, yang diketahui membawa puluhan ribu benih Lobster yang akan dijual ke Vietnam dan Singapura.

Hal tersebut dikatakan Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi A Caniago S.I.K., M.Si dalam konferensi pers Jum’at (23/04/2021). di Bandung.

Dikatakan Kabid Humas Polda Jabar bibit lobster tersebut didapat dari para nelayan yang ada tiga tempat di wilayah Sukabumi yakni daerah Cidaun, Tegal Bulan dan daerah Ujung Genteng Kabupaten Sukabumi.

“Mereka menjual dua jenis, yaitu benih lobster jenis pasir dan jenis mutiara.

Untuk jenis pasir, Kabid Humas mengatakan, satu ekor dijual dengan harga Rp. 6.000 dari nelayan, sementara jenis mutiara idibeli dengan harga Rp. 28.000.

Jadi ada perbedaan harga antara dua jenis benih benih lobster tersebut, imbuhnya.

Dari perkara ini sambung Kabid Humas, petugas berhasil menyita barang bukti, 9 box sterofom yang berisi kurang lebih 70.000 benih lobster, satu unit Mobil minibus dan 2 buah handphone.

“ Para tersangka telah melakukan penyelundupan benih lobster ini dari daerah Sukabumi, kemudian diberangkatkan ke daerah Serang Banten, yang rencananya akan diekspor ke negara Vietnam dan Singapura,” ungkapnya.

” Dari hasil penjulan 70.000 benih lobster para tersangka meraup keuntungan kurang lebih 2 miliar,” jelasnya.

Dalam perkara tersebut Kabid Humas Polda Jabar menjelaskan,  para tersangka telah melanggar pasal 88 junto pasal 92 tentang perikanan, tahun 2004 nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan yang diubah dalam undang-undang RI nomor 42 tahun 2009 tentang perubahan atas undang-undang RI nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan yang telah diubah dalam ketentuan pasal 27 dan pasal 26 undang-undang RI nomor 11 tentang cipta kerja.

Tim Liputan | Rhobinson | Agung

Jurnalis Polisi News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top