Pertamina Riau Harus Tau Dengan Aksi Supir Tangki PT Elnusa  Kencing di Jalan 

Berita Update, Hukum180 Dilihat
banner 336x280

Pertamina Riau Harus Tau Dengan Aksi Supir Tangki PT Elnusa  kencing di jalan

Polisi News. Pekanbaru Riau – Dugaan kuat Praktek brutal perusak segel truk tangki BBM subsidi. Ini lakukan oleh oknum supir dan penadah yang berada dijalan.

banner 336x280

Pembobolan BBM Bersubsidi tidak saja terjadi pada SPBU melainkan juga terjadi pada mobil truk tanki merah putih milik Pertamina. Praktek pembobolan BBM bersubsidi pada mobil tanki Pertamina itu diduga dilakukan oleh Oknum supir nakal yang ingin meraup keuntungan pribadi yang besar.

Pembobolan ini terjadi  Pada 16/03/2024 sekitar pukul 14.20 WIB dijalan Lintas Timur No. 20 Jati Jajar 1 kulim. Kecamatan Tenayan Raya kota Pekanbaru, provinsi Riau 25 /3/2024.

Menurut masyarakat berinisial AB, 40, saat dikonfirmasi mengatakan, aksi pembobolan mobil Tanki pertamina itu lazim dilakukan oleh oknum supir mobil Tangki Pertamina yang mengantar Drop Out (DO) ke SPBU yang telah memesan.

“Aksi itu sering dilakukan oleh oknum sopir mobil tanki, bahkan terkadang mereka terang-terangan melakukan aksi buka tutup segel itu di pinggir jalan, No.20, Jati Jajar 1 Kulim Riau, dan si penadah BBM sudah aktif menunggu di lokasi” ungkap AB.

Dengan ada kasus penadah ditengah jalan ini dapat merugikan pemilik SPBU, dan pantas saja seringkali masyarakat selalu susah mendapatkan BBM bersubsidi.

Terpisah, Putra dari PT. Elnusa di konfirmasi melalui pesan WhatsAppnya tidak membalas, begitu juga dihubungi tidak menjawab hingga berita ini diturunkan.

Diduga, praktek burtal pembobolan segel mobil pengangkut BBM bersubsidi mobil tangki merah putih terjadi dijalan lintas timur di kota Pekanbaru Riau, yang diduga kuat dari sang penadah BBM bersubsidi tersebut, “sering disebut-sebut bernama ucok.

Saat awak media konfirmasi kepada Ucok penampung minyak kencing yang didapat dari tangki merah putih milik Negara Elnusa sampai sekarang tidak ada tanggapan.

Supir mobil truk tanki BBM Pertamina yang plat nomor B 9296 TFV saat ditanya segel yang tidak terpasang dikotak mesin mengatakan,” Kalau khusus mobil tengki saya emang tidak ada segelnya bang,”ucapnya.

Merujuk pada peraturan perundangan-undangan Nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi (Migas) dan undang-undang Cipta Kerja yang tertuang dalam pasal 55, di jelas disebutkan bahwa, barang siapa yang menyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga bahan bakar yang disubsidi pemerintah dipidana dengan pidana kurungan 6 tahun penjara dan atau denda sebesar Rp. 60.000.000.000,-

Pihak Pertamina pelabuhan sungai Dulu mengusut kasus ini dan melakukan penyelidikan keterlibatan oknum supir dan oknum korlap dalam Pertamina sendiri.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *