Penasaran Belum Menerima Bantuan PIP, Orang Tua Siswa SMPN 6 Cimarga Ketika Mengecek Ternyata Ada

Hukum331 Dilihat
banner 336x280

POLISI NEWS | LEBAK. Pihak Sekolah SMPN 6 Cimarga tepatnya di Kampung Lebuh, Desa Sangiang Jaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, diduga kuat sengaja baru menyalurkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) milik siswa tahun 2022 dan 2023.

Dugaan madeknya penyaluran tersebut dengan alasan untuk tahun 2024 saat ini harus ada pembentukan tim khusus PIP terdahulu dan harus Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menjadi anggota khusus tim penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) yang harus menyalurkan bantuan tersebut.

banner 336x280

Berdasarkan data yang didapat awak Media dan hasil wawancara sejumlah wali murid, adanya dugaan penggelapan bantuan PIP sejumlah siswa di SMPN 6.

Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya mengatakan, bahwa anaknya sudah dua tahun bantuan PIP tersebut tidak kunjung diterima.

“Iya pak anak saya sudah dua tahun ini menunggu bantuan dari sekolah yakni bantuan PIP namun bantuan tak kunjung keluar. Dan sekarang anak saya sudah duduk di kelas VIII/8 akan tetapi bantuan tersebut tak kunjung keluar untuk tahun 2022 dan 2023,”pungkasnya.

Dengan rasa penasarannya, ia langsung mengecek PIP di Link Sipintar untuk memastikan anaknya tersebut masih mendapatkan bantuan PIP atau sudah tidak dapat.

“Pas saya cek di link Sipintar ternyata nama anak saya masih terdaftar di bantuan PIP pada tahun 2022 dan 2023. Akan tetapi saya heran sampai saat ini anak saya belum ada panggilan saja dari pihak SMPN 6 Cimarga. Setalah saya mengetahui masalah ini, ternyata siswa yang lain juga mengalami kasus yang sama dengan anak saya,”katanya.

Lanjut Wali Murid, menurut informasi yang ia dapat, pihak SMPN 6 Cimarga di datangi oleh awak media.

Setalah di datangi oleh awak Media pihak SMPN 6 Cimarga berselang beberapa hari kemudian langsung memanggil orang tua murid yang anaknya mendapatkan bantuan PIP.

“Pemanggilan tersebut dengan melalui surat. Dalam isi surat tersebut menuliskan bahwa ada rapat pembahasan terkait pengajuan bantuan PIP siswa,”ungkapnya wali murid yang enggan disebutkan identitasnya.

Sementara Yadin selaku operator sekolah (ops) SMPN 6 Cimarga ketika dikonfirmasi membernarkan perihal bantuan PIP untuk tahun 2023 memang belum disalurkan.

“Memang belum kami salurakan pak. Pasalnya untuk tahun 2024 sekarang menurut peraturan dari Dinas terkait bantuan PIP ini harus ada tim anggota khusus PIP. Anggota tim khusus PIP tersebut ia harus bersetatus Pegawai Negri Sipil (PNS). Pasalnya sekarang peraturan terkait PIP sudah di rubah oleh Dinas,”katanya.

Masih kata Yadin, di tahun-tahun kebelakang memang untuk penyaluran PIP itu diperbolehkan disalurkan oleh guru Sukwan maupun guru PNS, asalkan guru tersebut sudah diberikan mandat oleh Kepala sekolah.

Sementara Mangsur selaku guru honorer SMPN 6 Cimarga, yang kebetulan ia yang mendampingi wali murid pencairan PIP di Bank BRI Cabang Muncang, ketika dikonfirmasi melewati via whatsappnya membenarkan bahwa ada tiga siswa yang saldo PIP nya kosong.

“Iya memang ada tiga siswa yang saldo PIP nya kosong. Itu nilai yang berjumlah Rp. 1.125.000 itu diyakni jumlah total keseluruhan transaksi pada tahun 2022.
Perlu diketahui, angka yang tertera di buku tabungan senilai Rp. 1.125.000 tersebut awalnya tidak ada dalam buku tabungan tersebut, setelah wali murid memberikan keterangan bahwa saldo nol, dan pada akhirnya saya minta cek kepada pihak Bank, kapan ada saldo masuk dan kapan ada keterangan penarikan,”katanya.

“Pihak Bank pun bilang tidak ada saldo masuk dan tidak ada penarikan, ini terakhir ada di tahun 2022. dan untuk keterangan yang senilai Rp. 1.125.000 itu adalah total dari pencairan di tahun 2022 dari pihak Bank sendiri yang bilang ke saya,”katanya.

Dengan kejadian tersebut, Inspektorat Lebak sebagai pengawasan pemerintahan perlu adanya pemeriksaan khusus terhadap temuan-temuan tersebut. Bahkan, Aparat Penegak Hukum harus ikut turun secara serius menanggapi polemik bantuan PIP di SMPN 6 Cimarga tersebut.

Jurnalis | Dani Saeputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *