Masyarakat Desa Payung Menyetop Pembangunan Jembatan Tanpa Izin

Nasional3294 Dilihat
banner 336x280

POLISI NEWS | KAB. MAJALENGKA. Puluhan masyarakat dan kelompok sadar wisata Desa Payung, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Rabu (22/5/2024) mereka mendatangi lokasi pekerjaan jembatan yang berlokasi di saluran sungai Cikadongdong.

Masyarakat menuding jika pembangunan jembatan tersebut belum mengantongi izin dari dinas terkait.

banner 336x280

Menurut keterangan dari salah satu warga Payung mengatakan,bahwa dari awal akan membangun jembatan tersebut.Pihak pelaksana tidak pernah melakukan kordinasi dengan Pemdes Payung.

“Sehingga kami masyarakat dan kelompok sadar wisata desa Payung.Meminta agar pelaksanaan pembangunan jembatan dihentikan dulu sebelum mereka memiliki izin dari dinas terkait,”tegas Rapik Sopyan salah satu warga yang ikut aksi tersebut.

Kemudian warga dan kelompok sadar wisata juga membentangan spanduk dilokasi pelaksanaan jembatan.

Spanduk yang mereka bentangan berisi permintaan agar pihak pelaksana menghentikan segala aktivitas pembangunan jembatan.

Sementara itu,pengurus kelompok wisata Cikadongdong River Tubing, Muhadi. Yang lokasi wisatanya tidak jauh dari lokasi pembangunan jembatan mengatakan, Pihaknya merasa terganggu dengan adanya aktivitas pembangunan jembatan tersebut.

“Pertama mereka mengganggu track untuk wisata arung jeram,karena ada jembatan bambu yang mereka buat. Dan jembatan bambu itu membentang disaluran sungai Cikadondong. Dan saluran sungai ini sendiri merupakan track untuk para wisata arum jeram,”jelas Muhadi.

Selain mengganggu terhadap wisata River Tubing,banyak bahan material dari para pekerja pembangunan jembatan.Yang mengganggu terhadap para wisata River Tubing dan pengunjung lainnya.

“Kami dari pihak pengelola wisata Cikadongdong River Tubing juga minta.Agar semua aktivitas pembangunan jembatan tersebut dihentikan dulu.Sebelum mereka memiliki izin,jika sudah ada izinnya silahkan mereka membangun kembali,”ucapnya.

Pembangunan jembatan yang dipersoalkan warga sendiri.Dari pantauan awak media ini,pelaksanan pembangunan jembatan sendiri baru pondasi. Di seberang sungai Cikadongdong masuk ke wilayah desa Teja.Dan pondasi disisi seberang sungai Cikadongdong masuk wilayah desa Payung.

Diketahui bahwa rencana pembangunan jembatan tersebut sebagai akses untuk wisata milik swasta yakni CV Han Glamping pemiliknya Heru warga desa Majasari Palasah.

Hal ini terungkap setelah awak media melakukan wawancara dengan Yance yang mengaku selaku orang yang dipercaya oleh Heru.

Yance mengakui jika pelaksanaan pembangunan jembatan belum mengantongi izin dari dinas terkait.

“Ia kami akui jika izin pembangunan jembatan belum dimiliki,namun kami sudah menempuh ke arah perizinan dan sekarang sedang proses,”ujar Yance.

Ketika ditanyakan terkait tuntutan warga Payung yang menginginkan agar aktivitas pembangunan jembatan dihentikan.Hal ini dikarenakan pelaksanaan pembangunan jembatan tersebut belum mengantongi izin.

Yance mengatakan bahwa pihaknya akan menghentikan dulu pelaksanaan pembangunan jembatan tersebut.

“Kami akan menghentikan dulu proses pelaksanaan pembangunan jembatan sesuai keinginan masyarakat,”terang Yance.

Dikatakannya rencana pembangunan jembatan tersebut. Nantinya sebagai akses untuk menuju wisata penginapan remaja (Youth Hostel).

Luas wilayah yang nantinya akan dijadikan wisata youth hostel menurut Yance.Yakni sekitar 4.000 ribu meter dan masuk ke wilayah desa Teja.

jurnalis | Tim Polisi News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *