Konferensi Pers: Pemuda dan Mahasiswa Serta masyarakat Aceh Timur Memahami Kondisi dan situasi Politik pra Momentum Pilkada 2004

Politik95 Dilihat

POLISI NEWS | ACEH TIMUR. Beberapa pekan terakhir, telah beredar pengiringan opini yang terasa sangat mengkreditkan dan menyebutkan salah satu balon Bupati Aceh Timur,ini jelas tidak sesuai dengan fakta dan peristiwa hukum yang ada.

Kami PMM dalam memahami situasi dang kondisi politik dan opini liat atau pembunuhan karakter, jelas sangat bertolak belaka dengan semangat bersama di Pilkada ini untuk mencapai pemimpin yang cerdas serta mempunyai konsep untuk membangun Aceh Timur, Kamis 30 Mei 2024.

banner 336x280

Kami PMM dalam memahami situasi dan kondisi politik oleh opini atau asumsi liar tersebut,yang telah dimainkan pihak-pihak yang tidak berkompeten, telah memecahkan konsentrasi politik publik,dalam melihat dan melahirkan sosok pemimpin Aceh Timur.

Akibat sentimental politik yang terus dibangun, tentu sangat merusak dan memecahkan suasana pilkada dengan semangat membangun Aceh Timur dengan Ide, gagasan dan konsep kemajuan.

1. meminta Aceh Timur untuk tetap tenang, tunduk dan patuh lembaga hukum
2. Minta oknum – oknum tertentu agar tidak mempengaruhi dan memprovokasi masyarakat yang dapat menghilangkan harkat dan martabat seseorang tanpa Fakta hukum, karena hal itu bagian ujaran kebencian Atou pencemaran nama baik yang telah di atur dalam pasal 310 Ayat 1 dan 2 KUHP.

3. Meminta kepada pihak-pihak tidak berkompeten untuk tidak berbicara asumsi apapun sampai ada putusan hakim yang berkuatan hukum tetap.

4. Mengajak seluruh masyarakat Aceh Timur untuk ikut serta menjaga suasana politik pilkada 2024.

5. Meminta pihak -pihak tertentu untuk tidak Playing Fictim atas suatu peristiwa hukum yang belum ada keputusan hukum.
6. Mendesak Aparat penegak hukum untuk dapat bekerja samadlaam menjaga suasana pilkada dengan mengantisipasi hal-hal yang dapat merusak suasana publik.

7. Mengultimatum pihak-pihak yang tidak berkompeten dan berkewenangan berasumsi pada suatu proses hukum yang belum selesai.

Jurnalis | Khairul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *