Kepala Desa Bedewang Akhirnya Angkat Bicara Soal Galian C di Tutup

POLISI NEWS | BANYUWANGI. Maraknya penambangan ilegal galian C di Kabupaten Banyuwangi menuai pro dan kontra, khususnya galian C berada di desa Bedewang, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi yang sempat ditutup dan dilarang beroperasi oleh pihak kepolisian, pada Selasa yang lalu.

Alasan ditutupnya tambang galian C ilegal oleh pihak kepolisian seiring dengan adanya keluhan dari masyarakat yang khususnya para petani. Mereka merasa dengan adanya aktifitas galian C justru malah membuat tersumbatnya aliran irigasi dan kotornya air yang mengaliri sawahnya.

Demi menyelesaikan permasalahan warganya dan juga kepentingan bersama, M.Asmawi selaku Kepala Desa Bedewang saat ditemui awak media Polisi News pada sabtu (18/9/2021) dikediamannya, akhirnya angkat bicara.

“Dengan adanya permasalahan ini sebenarnya sudah saya musyawarahkan dengan pihak penambang, di sini kami masih mencari jalan yang terbaik dan jangan hanya dilihat dari sisi jeleknya saja yang kelihatan, kita juga harus mau melihat dari sisi baiknya juga, selama ini berita yang beredar hanya melihat sisi jeleknya saja, yang katanya tambang ilegal lah, dampak kerusakan lah dan sebagainya, dan gak pernah ada berita mau melihat dari sisi baiknya,” ungkap Asmawi.

Lebih lanjut Asmawi mengatakan, bahwa ia disini tidak membela atau berpihak pada penambang baik legal ataupun ilegal, disini ia hanya sebagai kepala desa berbicara memandang dari sisi baiknya untuk lingkungan.

“Dengan adanya tambang di sini, kalau kita berbicara sisi baiknya untuk lingkungan sudah banyak. Buktinya masjid, musholla dan lima TPQ besar yang ada di sekitar sini semua terbantu dan bahkan masjid dari luar desa juga ada yang terbantu, yang jelas saya dengar dari tambangnya pak Salam saja, untuk masjid yang terdampak sudah terbantu 140 juta rupiah dan sebelumnya masjid di Wiyayu barat juga sudah terbantu 220 juta rupiah sementara Wiyayu Timur 100 juta rupiah itu hanya satu penambang, itupun selain material, disisi yang lain karena ini masih dalam masa PPKM yang jelas tambang yang disini semua masyarakat saya yang bekerja demi menyambung hidup,” jelasnya.

Asmawi juga berharap kepada pemerintah, khususnya pihak yang berwenang agar lebih bijak lagi kalau mengambil keputusan karena tidak hanya di Desa Bedewang saja ada tambang ilegal tapi di desa lain juga masih banyak tambang yang ilegal hingga sampai saat ini masih beroperasi.

“Saya hanya berharap kepada pemerintah, khususnya yang berwenang monggo kalau mau ditutup semua, kalau mau diberi izin semua, biar tidak ada kecemburuan sosial satu sama yang lain namun dengan cara musyawarah dulu. Dan satu yang menjadi catatan saya karena ini masih PPKM yang jelas dampaknya ke masyarakat, baik itu tambang legal ataupun ilegal yang jelas dampaknya ke lingkungan terdekat, jadi marilah kita bersama – sama mencari jalan yang terbaik agar semua bisa berjalan,” pungkasnya.

Jurnalis | Adi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Pembangunan Penahan Longsor di Jalan Lintas Kota Subulussalam dan Kab dan Aceh Singkil
Next post Bea Cukai Dan Satnarkoba Polresta Barelang Berhasil Ungkap Jaringan Internasional Sabu 107.258 kg