Kapolresta Banyuwangi Gelar Press Conference Ungkap 8 Kasus Pencabulan Dibawah Umur

Kapolresta Banyuwangi Gelar Press Conference Ungkap 8 Kasus Pencabulan Dibawah Umur

POLISI NEWS | BANYUWANGI. Maraknya kasus pencabulan anak dibawah umur di Kabupaten Banyuwangi cukup meningkat. Terhitung sejak akhir tahun 2021 sampai awal 2022, Resmob Kepolisian Resort kota (Polresta) Banyuwangi telah berhasil mengungkap 8 kasus pencabulan sekaligus membekuk para pelakunya.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Nasrun Pasaribu dalam Press Conferencenya pada Kamis 13/1/2022 menyampaikan, ada beberapa berbagai jenis kasus pencabulan atau persetubuhan dibawah umur yang berhasil diungkap secara baik dan benar.

“Para pelaku sodomi yang sudah kami ringkus, masing – masing berinisial, S, warga Kecamatan Rogojampi, SW, warga Kecamatan Cluring, AA, warga Kecamatan Muncar, OR, warga Kecamatan Sempu, HDP, warga Kecamatan Banyuwangi, INK, warga Kecamatan Silir Agung, BZA, warga Kecamatan Muncar dan B, warga Kecamatan Tegaldlimo. diantara 8 pelaku satu masih dibawah umur,” ungkap Kombes Nasrun.

Modus operandi para pelaku, Lanjut Kombes Nasrun, pada hari Sabtu (01/12/2021), sekitar pukul 21.00 WIB. Korban B (17) bertemu dengan tersangka di depan gereja Palum, selanjutnya tersangka meminta si korban untuk mengantar dirinya ke Wonosobo. Yang mana sebelumnya korban sudah kenal tersangka S.

Selanjutnya mereka berboncengan, korban mengantar tersangka. Namun di tengah perjalanan, tersangka meminta korban untuk mengantarkannya ke daerah perkebunan saja dan korban menurutinya. Setelah sampai, korban disuruh menunggu dan tersangka beralasan ingin mencari kayu terlebih dahulu.

Sekitar pukul 23.30 WIB, korban mengajak tersangka pulang, namun tersangka tidak mau dan tiba – tiba korban dipukul oleh tersangka dari arah belakang mengenai leher korban, tersangka memukul lagi mengenai pelipis mata dan telinga. Setelah itu korban langsung memohon kepada tersangka untuk tidak dibunuh dan tersangka langsung menyuruh korban menghisap kemaluannya. Tersangka juga menyuruh korban untuk melepas celananya dan tengkurap. Dari arah belakang tersangka memasukkan alat kelaminnya ke dalam dubur si korban ( Sodomi ),” terang Nasrun.

“Setelah selesai, masih Nasrun, tersangka langsung membonceng korban hingga nyampai kejalan Desa Palurejo dan setelah itu korban langsung melaporkan kejadian yang dialami ke petugas kepolisian. untuk sementara ini belum ada laporan lainnya, dan kemungkinan tambahan laporan dari korban lainnya masih ada. Para korban dimintai keterangan dengan cara Pendekatan, hati-hati dan secara konseling.” pungkas Kombes Nasrun Pasaribu.

Para pelaku dijerat sesuai aturan yang berlaku dengan hukuman minimal 5 tahun penjara dan maximal 15 tahun penjara.

Diharapkan para orang tua untuk mengawasi dan selalu mengingatkan anak-anak untuk selalu berhati-hati, baik di sekolah, lingkungan ataupun rumah.

Jurnalis | Windri | Buang

Jurnalis Polisi News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top