Kabid Humas Polda Papua Barat Adakan Jumpa Pers Kasus Pembakakaran Seorang Wanita

Info Polres173 Dilihat
banner 336x280

POLISI NEWS | SORONG. Seorang wanita paruh baya yang belum diungkap identitasnya dikeroyok massa dan dibakar hidup-hidup karena diduga sebagai anggota komplotan pelaku penculikan anak di Sorong, Papua Barat Daya. Menurut Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Polisi Adam Erwindi, Wanita itu dikeroyok, lalu pakaiannya dilepas dan dibakar massa yang bermukim di kompleks Kokoda, Km. 8 Lorong 2 Kelurahan Klasabi, Distrik Sorong, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Selasa (24/1) pagi sekitar pukul 06.40 WIT.

“Massa dengan bringas membakar wanita paruh baya tersebut karena warga menganggap wanita itu hendak menculik anak. Saat kejadian korban sempat diamankan oleh Bhabinkamtibmas setempat, namun massa cukup banyak. Dan salah satu diantara mereka sempat menyiram bensin dan membakar korban,” terang Bhabinkantibmas Polsek Sorong Timur.

banner 336x280

Menyikapi hal tersebut, agar tidak terjadi polemik di masyarakat serta informasi yang kurang jelas dan menciptakan suasana kondusif di tengah masyarakat, dengan sigap pemerintah Kota Sorong beserta seluruh jajaran TNI/Polri, Kejaksaan, dan Pengadilan Tinggi Kota Sorong melakukan Konferensi pers resmi pada Selasa, 24 Januari 2023 pukul 11.40 WIT.

Tampak hadir Pj. Walikota Sorong (George Yarangga, A.Pi., MM), Kapolresta Sorong Kota (Kombespol Happy Perdana Yudianto.,S.I.K.,M.H), Dandim 1802 Sorong (Letkol cpn. Andi sigit pamungkas, S.E., MIP.), Kepala Kejaksaan Negeri Sorong (Muhammad Rizal, S.H., M.H.), dan Ketua Pengadilan (Beauty Deitje Elisabeth Simatauw, SH.,MH). Sehingga kondisi kota Sorong cepat terkendali.

Pj. Walikota Sorong, George Yarangga, A.Pi., MM memberikan keterangan, “Para pelaku penganiayaan menduga korban wanita paruh baya tersebut hendak melakukan penculikan anak.” lanjutnya, “Identitas korban saat ini masih dalam penyidikan. Akibat kejadian ini 1 orang meninggal, 2 orang ikut terbakar pada saat melerai massa. 1 orang meninggal sempat dilarikan ke RS Sele Be Solu namun nyawanya tidak tertolong.”

Pemerintah Kota Sorong secara terbuka menyatakan turut berdukacita. PJ. Walikota Sorong akan memberi bantuan bagi ketiga korban. Serta mengambil langkah kongkrit yang diambil oleh Sekda beserta OPD terkait, sehingga segera melakukan pengecekan korban di Rumah Sakit. Nantinya ketiga korban akan dibebaskan biaya untuk pengobatan dan diberikan santunan.

Sementara Kapolresta Sorong Kota, Kombespol Happy Perdana Yudianto.,S.I.K.,M.H, secara tegas memberikan keterangan bahwa isu penculikan anak akhir-akhir ini, setelah dilakukan cross check ternyata tidak benar, dan sampai saat ini tidak ada laporan penculikan anak yang masuk ke kepolisian.

Kapolres Sorong Kota menghimbau bagi masyarakat agar jangan main hakim sendiri, serahkan ke Kepolisian. Jangan sampai ada kejadian seperti ini lagi. Warga masyarakat diharapkan untuk tetap waspada, tidak usah resah atau khawatir karena kepolisian rutin melaksanakan patroli di sekolah-sekolah demi keamanan siswa. Himbauan juga kepada orang tua untuk waspada.”tegasnya “Kejadian hari ini, kepolisian akan melakukan tindakan hukum bagi para pelaku pembakaran, nama-nama pelaku sudah ada, sementara 2-3 orang sedang dalam pengejaran, fokus pada pelaku penyiraman dan pematik api.”

Kapolres memberikan informasi, personil terbatas pada saat kejadian yang mengakibatkan kejadian tersebut terjadi. Jumlah massa pun terlalu banyak. Senjata api tidak dapat digunakan sembarangan karena ada protap yang berlaku.”demikian Pungkasnya.

Jurnalis | Agung RPP 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *