Jembatan Jebol Diduga Akibat Truk Tronton Peron Permana Yang Ada Dalam Lingkungan Desa ?

Nasional114 Dilihat
banner 336x280

POLISI NEWS | PELALAWAN RIAU. Jembatan jalan menuju akses Desa Pematang Tinggi Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau rusak dan jebol akibat banyaknya kendaraan truk tronton roda 10, yang bermuatan buah kelapa sawit dari ram sedangkan peron yang ada di tengah desa dan setiap hari selalu melintasi jalan tersebut, Senin (20/2 /2024).

Kejadian ini tersorot langsung oleh kamera wartawan ketika melintas di jalan tersebut, pihak wartawan menemukan jembatan yang jebol, juga menemukan jalan yang rusak yang akibat adanya peron, ram sawit yang ada di tengah desa tersebut.

banner 336x280

Dalam UU No.38 Tahun 2004 pasal 63 ayat 1 disebutkan bahwa setiap orang yang dengan sengaja melakukan kegiatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang manfaat jalan dipidana dengan pidana penjara paling lama 18 (delapan belas) bulan atau denda paling banyak Rp 1.500.000.000.00 (satu miliar lima ratus juta rupiah).

Ketika awak media mengkonfirmasi temuan tersebut kepada salah satu masyarakat yang tak mau disebut namanya, berinisial G, menjelaskan “Bahwa memang dalam sepengetahuan saya memang banyak kendaraan truk tronton roda 10, yang setiap harinya melintasi jalan tersebut yang bermuatan buah kelapa sawit yang melebihi kapasitas muatan, sehingga mengakibatkan jembatan tersebut jebol karena tidak sanggup memikul beban yang sangat berat karena faktor truk tronton tersebut dan pada akhirnya mengakibatkan akses jalan desa kami rusak. Apalagi jalan tersebut akses menuju kantor desa, “ujarnya.

Dari sumber lain berinisial R, berkomentar dan menganalisa terkait temuan tersebut, menurut R jangan mentang- mentang banyak uang jadi seenaknya sendiri membuat usaha di  dalam lingkungan desa yang diduga tanpa memikirkan lingkungan setempat, pasalnya jenis bangunan apa aja yang ada di desa adalah anggaran dari negara. yang seharusnya kita jaga, bukan kita rusak atau kita gunakan semaunya sendiri tanpa berfikir aturan pemerintah.

Masih kata R lagi, setahu saya memang peron Permana adalah peron terbesar yang ada di lingkungan kita namun, peron tersebut diduga sudah melanggar aturan pemerintah sehingga jembatan dan akses jalan menjadi rusak. Kami minta dengan segala hormat agar dari pihak petugas terkait segera melakukan penindakan tegas dengan kejadian temuan tersebut,”ungkap R dengan nada tinggi.

Itikad baik awak media mencoba konfirmasi melalui WhatsApp namun dari pihak pemilik Peron Permana ketika dikonfirmasi awak media melalui WhatsApp sumber tidak merespon. Padahal WhatsApp tersebut aktif, namun memilih bungkam saja, dan ketika awak media mendatangi ke rumahnya. dimana peron didirikan. Namun awak media tidak dipedulikan hanya dipandang sebelah mata saja. Dari sang pemilik Peron atau Permana kebal hukum dalam hal tersebut, bahkan sampai berita ini diterbitkan juga belum ada jawaban apapun.

Jurnalis | Khairul Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *