Diduga Bantuan PIP Digelapkan, Sejumlah Orang Tua Siswa SMPN 6 Cimarga Laporkan Ke Kejaksaan Negeri Lebak

Hukum138 Dilihat
banner 336x280

POLISI NEWS | LEBAK. Sejumlah orang tua siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 6 Cimarga melaporkan dugaan pengelapan anggaran dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) ke Kejaksaan Negeri Lebak, Kamis (21/3/2024).

Muhtar yang biasa disapa Ambon membenarkan pelaporan adanya dugaan penggelapan bantuan PIP tersebut.

banner 336x280

“Betul, saya saat ini mendampingi masyarakat melaporkan dugaan penggelapan uang bantuan PIP. Semua bukti baik rekening dan sejumlah bukti lainnya sudah masyarakat serahkan ke Kejari Lebak,”kata Ambon.

Lanjut Ambon, pihaknya mengaku miris dengan adanya dugaan penggelapan dana bantuan PIP itu. Pasalnya, sejumlah warga tersebut adalah warga tidak mampu.

“Terus terang kami tergugah dengan peristiwa ini. Karena, sejumlah korban ini adalah warga tidak mampu, warga yang sehari-harinya mengandalkan hidup dari hasil kerja serabutan, untuk hidup sehari-harinya saja sulit. Ditambah, bantuan untuk pendidikan anaknya, haknya dari PIP tersebut malah tidak disalurkan, ini miris sekali,”katanya.

Ambon berharap, “Kami berharap Kejari Lebak segera menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut, dan semua oknum dapat diproses secara hukum yang berlaku,” tandasnya.

Lanjut Ambon, ia juga berharap kepada masyarakat siapapun orang tua siswa yang menerima bantuan PIP, tapi tidak menerima bantuan atau diduga digelapkan, jangan takut untuk melaporkan.

“Saya juga sarankan kepada masyarakat kalau memang itu haknya dan memang mendapatkan bantuan jangan takut untuk melaporkan, semua dilindungi undang-undang dan berhak untuk melaporkan ketika ada persoalan. Dan i.allah kami siap untuk mengawal,” katanya.

“Iya pas dicek di rekening oleh pak Ambon, ternyata uang bantuan anak saya itu ada dan seharusnya saya mendapatkan. Tapi sampai saat ini saya tidak menerima uang bantuan PIP tersebut,”kata Sukaesi.

Kata Sukaesih, dari awal menerima bantuan ATM PIP tersebut tidak ia pegang dan ada disekolah. Bahkan, dirinya disuruh membuat surat kehilangan ATM ke Polsek Muncang oleh seorang guru berinisal Msr.

“Iya kami sempat juga disuruh membuat surat kehilangan ATM sama Msr ke Polsek Muncang pada tanggal 7 Maret 2024,”katanya.

Kata Sukaesih, dirinya bersama sejumlah orang tua siswa mengaku warga yang sangat kurang mampu dan butuh bantuan. Dan uang bantuan dari PIP itu diduga tidak mereka terima sejak tahun 2022.

“Saya dan sejumlah orang tua siswa memang warga kurang mampu pak, untuk sehari-hari juga sulit, setidaknya ada bantuan PIP itu bisa meringankan beban kami untuk melanjutkan pendidikan anak-anak kami, tapi kenapa malah tidak disalurkan, kami tentu kecewa,”ujarnya.

Jurnalis | Dani Saeputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *