Aksi Unjuk Rasa ASN Tuntut Gaji yang Belum Dibayar Oleh Walikota Bitung,

Nasional157 Dilihat

POLISI NEWS | BITUNG. Ratusan massa aksi Damai Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Walikota,Kamis (13 Juni 2024 ).

Pada pukul 10:00 WITA pagi, Aksi ASN mulai menyampaikan orasi tuntutan gaji dalam bentuk kekecewaan menuntut hak pembayaran THR, Gaji Ke-13, Gaji 14, TPP, 50% Tambahan Sertifikasi, Tamsil Guru, Gaji THL, Gaji TKK Jasa Persalinan Bidan, Insentif Tutor.

banner 336x280

Pantauan awak media Polisi news di lapangan,Dalam aksi damai yang tergabung ASN Peduli itu mereka menggunakan kendaraan mobil tronton beserta alat pengeras suara yang dipimpin langsung oleh Noldy Kalengkongan Cs, serta diikuti ratusan Aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Bitung.

Mereka membentangkan karton-karton yang tertulis, Senyummu Adalah Tangis Kami, juga Jangan Berdusta Berdosa dan Anak Anak Kita Butuh Biaya Sekolah,  kemudian “Segera Bayarkan Hak Kami karena Kami Butuh Biaya Pendidikan dan Bapak Ir Joko Widodo Presiden republik Indonesia Tolong Kami ASN Kota Bitung.

Noldy Kalengkongan dalam orasinya mengatakan, bahwa kedatangan kami di gedung Putih ini hanya meminta kejelasan terkait hak Tunjungan Hari Raya/THR, (Gaji 14 Tahun 2024) bagi ASN yang non Muslim, Tunjungan Perbaikan Perbaikan (TPP) selama 2 Bulan (April dan Mei 2024), Gaji 13 Tahun 2024,50% Sertifikasi Guru Tahun 2023, Insentif Tutor Pendidikan Kesetaraan tahap 2 Periode Juli s/d Desember 2023,”ucapnya.

Salah satu koordinator Pendemo Noldy Kalengkongan didampingi Jorry Lomboan dan Hardi Tandiapa menyuarakan agar Pemkot Bitung Dengarlah suara hati kami segera bayar hak-hak kami Walikota, Wakil Walikota dan Sekda.

Jufri simbuka salah satu ASN yang tergabung dalam aksi damai mengatakan, mohon perhatikan hak kami ASN selaku bawaan nya karena Torang bekerja Torang mengabdi,Torang harapankan anggota DPRD Torang bagian dari masyarakat bantu Torang dia pe masyarakat so kelaparan terlalu banyak hutang, terlepas dari ASN Torang masyarakat harapan nya dewan perwakilan rakyat Daerah DPRD kota Bitung harus menerima aspirasi ini jangan diamkan harus tindak lanjuti dan harus bayar gaji kami ASN apabila tidak di bayar akan turun lagi,”ucap pak Jufri.

untuk bahwa aksi yang kami lakukan hari ini murni dan spontanitas dari ASN melalui jeritan suara istri dan anak kami yang membutuhkan uang sekolah serta kebutuhan lainya.

“Aksi ini murni, tidak ada unsur politik, kami tahu aturan ASN tidak boleh berpolitik ini murni karena kami butuh uang menuntut hak kami,”ucapnya.

Aksi yang kami lakukan hari ini tidak ada rasa kebencian terhadap pimpinan kami silahkan belah lah tubuh kami, Melainkan kami hanya menyampaikan suara hati kami tangisan air mata keluarga istri kami dan anak-anak,” katanya.

Mirisnya tuntutan massa aksi Damai ASN Peduli tak dihiraukan sedikitpun oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bitung,Rudy Theno selaku Ketua TPAD dan Franky Sondakh selaku Ketua BKAD, Keduanya lebih memilih berdiam diri diruangan kerja masing-masing.

Setelah menyampaikan orasinya di depan Kantor Walikota, massa aksi Damai ASN peduli menuju kantor DPRD Kota Bitung untuk bertemu dengan para wakil rakyat.

Tiba pada pukul 11:05 WITA siang di kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Bitung, massa aksi Damai ASN peduli diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kota Bitung, Keegan Kojoh, Nabsar Badoa, Ketua Komisi II, Erwin Wurangian, Ketua Komisi III, Ramlan Ifran dan anggota Pansus, Alexander Wenas.

Setelah mendengar keluhan sejumlah ASN, pimpinan dan anggota DPRD Kota Bitung langsung memberikan tanggapan dengan langsung menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Kaban BKAD.

“Secepatnya kita jadwalkan RDPU dengan Kaban BKAD. Ini bagian dari tugas dari DPRD untuk meminta keterangan dari pemerintah,”kata Keegan dihadapan para massa aksi solidaritas ASN Peduli.

Hadir juga aparat keamanan TNI-polri yang ikut mengawal aksi Damai ASN peduli di dua titik berbeda yakni kantor walikota dan gedung kerucut DPRD kota Bitung.

Jurnalis | Nando

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *