POLISI NEWS | JAWA BARAT. Lembaga pengawal kebijakan pemerintah dan keadilan (LP.K-P-K) Kabupaten Bandung, mengadakan kegiatan sosialisasi dengan para anggota yang melalui tema Wwawasan kebangsan, agar dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan nilai-nilai luhur budaya bangsa yang di selenggarakan di salah satu rumah makan Raja Ayam yang terletak di jalan Raya Ciparay Kerta Sari Km 3.4 Kampung Kukun RT 02/RW 18 desa Cikoneng Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung Sabtu (27/10/2021).

Sementara itu, nara sumber dari Kapolsek Ciparay melalui kanit binmas menjelaskan, diskusi dan sharing saling bersatu tidak ada perbedaan. Untuk memajukan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Memberikan arahan kultur Indonesia harus saling gotong-royong dan saling menghormati yang berlandaskan Bhinneka Tunggal Ika.

Kepala Badan ormas dan polagri Kesbangpol Kabupaten Bandung, menuturkan, Indonesia merupakan Negara Kesatuan Republik Indonesia harga mati dan menjaga amanah pejuang yang terdahulu. Karena itu, budaya kabupaten bandung harus dikembangkan dan dilestarikan sebagai ikon pembangunan yang berbudaya.

Ketua Eksekutif LP-KPK Kabupaten Bandung Heara Halawa dalam penuturannya pada para Awak media, “Ketika mengajak peserta dan para nara sumber dan tamu undangan yang hadir untuk berdiskusi bersama, yang mewakili Bupati bandung, Dadang Supriatna Forkopimda oleh Kabid Ormas dan Polagri Anang Suryana dari Kesbangpol Kabupaten Bandung, Forkopimcam diwakili oleh jajaran Satpol PP dan Linmas, dari Kecamatan Ciparay, sedangkan dari Polresta Bandung Hadir Kapolsek Ciparay AKP Asep Dedi di dampingi oleh Kanit Bnmas Ipda Mutolib, Tokoh agama, tokoh masyarakat, para awak media dan juga segenap Anggota L-P-K-P-K. Dengan adanya Bandung Bedas melalui Sosialisasi Wawasan Kebangsaan ini kami menghimbau Semua Kalangan Masyarkat Kabupaten Bandung untuk tetap bersatu padu bergandengan tangan, berpegang teguh dengan ideologi Pancasila,” ungkap Heara.

Dengan kepercayaan dan keyakinan masing-masing umat beragama saling menghormati dan menghargai dalam bertoleransi, dengan batasan aqidah menurut agama masing-masing, walaupun dari segi kultur duku, ras dan kebudayaan yang berbeda kita tetap satu jua Indonesia yang diikat oleh Bhineka Tunggal Ika.

Kegiatan karna masih dalam Dituasi pandemi maka tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) 5M dengan ketat, sesuai dengan anjuran pemerintah dan Satuan gugus tugas Covid-19. Semua itu dilakukan guna untuk menimalisir, mencegah serta memutus mata rantai penularan Covid -19.

Jurnalis | Wahyu | Ira

Jurnalis Polisi News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top