Camat Panggarangan Prihal Berita Kecelakaan di Tambang Batu-bara Mendapat Respon Cepat Penambang Akan Ditutup

Nasional320 Dilihat

POLISI NEWS | LEBAK. Dengan cepat respon yang dilakukan Camat Panggarangan soal berita kecelakaan di tambang batubara yang diduga tidak mengantongi izin atau illegal mining.

Camat Panggarangan pun angkat bicara adanya kecelakaan di tambang batu-bara di blok Sanggo Desa Sindangratu dan Sukajadi Kecamatan Panggarangan kabupaten Lebak Banten saat di konfirmasi oleh awak media.

banner 336x280

Melalui pesan singkat WhatsApp Camat Panggarangan Ahmad Faidullah,S.IP, MM menerangkan, terimakasih bang atas infonya, Kami akan bersama unsur Forkompincam akan melakukan investigasi. Padahal Forkompimcam sudah sering membuat surat edaran larangan tambang liar. Forkopimcam bersama pihak Perhutani sudah sering melakukan razia bersama.

Menidaklajuti surat dari perhutani Nomor 0544/058.5/BTN 2023 tentang, Himbauan kegiatan penambangan galian liar (illegal Mining) di kawasan wilayah Hutan RPH Panyaungan Timur BKPH Bayah KPH Banten.

Hasil monitoring pada hari Selasa 08 Agustus 2023 serta surat yang pernah dilayangkan Forkompimcam ke setiap pengusaha dan koodinator lapangan.

Kami sampaikan penambang mineral dan batubara di wilayah kecamatan Panggarangan segera menghentikan kegiatan secara permanen sesuai. Pertama undang-undang nomor 32 tahun 2009 tengtang perlindungan dan pengelolaan lingkuan hidup, kedua peraturan republik Indonesia nomor 22 tahun 2021 tengtang penyelenggaran dan perlindungan lingkungan hidup.

Yang ketiga peraturan pemerintah nomor 27 tahun 1999 Tentang kegitan usaha pelaksanaan pertambangan mineral dan batu bara.

Ketiga Ada peraturan Daerah kabupaten Lebak nomor 1 tahun 2011 tentang penyelenggaraan usaha pertambangan mineral dan batu-bara.

Keempat Peraturan daerah Kabuten Lebak nomor 8 tahun 2017 pencabutan peraturan daerah kabuten Lebak no 1 tahun 2011 demikian surat lampiran ini sampaikan agar meklem dan mendapat perhatian yang semestinya ujar camat panggarangan dalam sebuah surat lampiran laporan dan tembusan kepada.

Surat dilayangkan kepada Ibu Bupati Lebak sebagai laporan, Kepada Kapolres Lebak sebagai laporan, RPH Panyaungan Timur, BPKH Bayah. KPH Banten sebagai laporan, Kepada Kasat PoL PP Kabuten Lebak sebagai laporan.

Aktivis Lebak Selatan mengatakan, “Kami minta segera menindak lanjuti secepatnya aparat penegak hukum terutama Polres Lebak, Polda Banten,”tegasnya Rabu, (12/12/2023).

Jurnalis Dani saeputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *