MP IT Hayatan Thayyibah Terpilih Jadi Perwakilan Jambore Tingkat Dunia di Korea

Pendidikan77 Dilihat
banner 468x60

POLISI NEWS | KOTA SUKABUMI. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Punjul Saepul hayat, S. Mi. memberikan apresiasi, karena SMP IT Hayatan Thayyibah mempunyai segudang Prestasi, karena siswi dari sekolah ini terpilih jadi perwakilan Jambore tingkat Dunia di Korea, sungguh pencapaian yang sangat luar biasa sekali bagi Kota Sukabumi, Sabtu,(28/10/23).

Ketua pelaksana bulan bahasa ke satu Reza Tarmudi Firdaus, S.S menyampaikan, Alhamdulilah SMP IT Tayatan Thayyibah telah menyelenggarakan gebyar bulan bahasa pertama yang sangat meriah, karena di dalam kegiatan tersebut banyak sekali tampilan kereasi siswa-siswi di antaranya, Fasion show, gelar seni tari, Marawis, Seni alat tradisional angklung, drama musikal, band.

banner 336x280

Itu semua penampilan dari Siswa siswi Hatoy yang membawakan pentasannya, “Alhamdulilah lumayan banyak peserta dari SD Negri dan Swasta mencapai seratus lebih peserta yang mengikuti kegiatan, untuk ke depan semoga kegiatan bulan bahasa tahun 2024 terlaksana kembali dan bisa lebih meriah lagi,”ujar Reza.

Berharap kedepannya para siwa siswi dari luar maupun dari sekolah SMPI IT Hayatan Thayyibah dapat mengikuti kegiatan Bulan bahasa dan memiliki minat bakat khususnya di bidang Sastra.
“Untuk para juara yang belum dapat juara di tahun ini semoga bisa jadi juara di tahun yang akan datang tetap semangat dan jaya selalu,”sambung Reza.

Kepala Sekolah Sutrisno, M.Pd., M.Ak menambahkan,”Alhamduliilah acara puncak Gebyar Bulan Bahasa dapat terselenggara dengan baik, apresiasi yang luar biasa bagi semua panitia juga guru-guru yang sudah mensukseskan acara ini. Karena kegiatan ini yang pertama tapi bisa terlaksana sesuai yang diharapkan, “ujarnya.

Lanjut Kepala sekolah, “Perlombaan di Internal maupun di Eksternal, dan kegiatan¬† menjadi sebuah motivasi bagi kita semuanya, kebetulan di puncak kegiatan ini momennya tepat di Hari sumpah pemuda. Sehingga momen ini cukup luar biasa sehingga semua siswa-siswi guru-guru memakai pakaian nusantara atau pakaian adat daerah, makna dari pakaian adat yang dikenakan mempunyai keindahan dalam pakaian adat ini. Tetapi secara edukasi bahwa indonesia itu ternyata kebhinekaan sangat tinggi. Selain itu kita butuh pemahaman toleransi dalam kesatuan Republik Indonesia. Semoga kedepannya Indonesia menjadi negara yang maju aman dan sejahtera, Aamiin, “pungkasnya.

Jurnalis | Agus salam | Eneng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *