POLISI NEWS | DELI SERDANG. Kepala Dinas Ciptakarya dan Tata Ruang Kabupaten Deli Serdang saat ini di ibaratkan sebagai Raja yang membawa para pengawal pribadinya saat pergi ke manapun tanpa ada korelasinya.
Hal tersebut terlihat dimana seorang pegawai honorer Dinas tersebut bernama Herry yang menjadi ajudan Kadis Cipta Karya dan Tata Ruang selalu turut serta dalam kunjungan keluar daerah bahkan konon kabarnya sang ajudan ikut mengatur seluruh isi dinas tersebut.
Hanya Kadis CKTR Rahmadsyah yang selalu membawa ajudan kemana pun Kadis pergi, ajudan selalu diikut sertakan bukan hanya buang-buang anggaran dengan mengikutsertakannya, apalagi saat ini negara sedang dalam masa pemulihan ekonomi.
ADVERTISEMENT
. SCROLL TO RESUME CONTENT
Seperti kita ketahui juga Dinas CKTR masih terlilit hutang dengan para kontraktor, banyak hasil kerja terkait pekerjaan proyek yang dilaksanakan pada tahun 2021 belum dibayar. Jadi Kenapa harus buang-buang uang dengan mengikut sertakan orang yang tidak kompeten dibidangnya dan itu dilakukan pada kegiatan NUWSP di Lombok Nusa Tenggara Barat, Rabu 31 Agustus 2022.
Dalam temuan awak Media, yang ikut dalam acara NUWSP tersebut terlihat Kadis selalu menenteng ajudannya bersama pegawai honor perempuan, ada apa dengan semua ini ?
Saat dikonfirmasi via whatsapp ke nomor 08116599xxx Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang hanya diam saja dan tidak merespons seakan-akan menutup mata serta tidak ambil perduli meski dilihatnya bahkan Sang Kadis langsung memblokir whatsapp awak media, Kamis (08/09/2022).
Mawar salah satu pegawai Dinas tersebut membenarkan bahwa ajudan memang selalu diajak Kadis ke manapun.
“Pak Herry memang selalu ikut ke manapun pak kadis pergi.”ucapnya.
Diketahui untuk biaya transportasi penerbangan saja memakan anggaran 2,5 juta/orang sekali jalan belum termasuk biaya menginap dan makan.
Melihat hal tersebut seharusnya Bupati Deli Serdang memanggil Kadis CKTR dan mempertanyakan apa korelasi dan kepentingan Kadis CKTR saat kunjungan kerja di NTB membawa ajudan dan staff perempuan yang notabene pegawai honor.
Diharapkan para APH segera proaktif mempertanyakan anggaran yang harus dikeluarkan negara jika Kadis membawa beberapa orang yang tidak berkompeten dibidangnya.
Jurnalis | Polisi News










