POLISI NEWS | SUBULUSSALAM. Kegiatan Mahasiswa Sada Kata Fair menjadi Konsolidasi akbar dari beberapa organisasi mahasiswa Kota Subulussalam yang ada di Tanah Air Indonesia. Pemberian Kartu Kuning untuk Walikota Subulussalam merupakan peringatan serius dari kalangan, Senin 22/8/2022.
Edi Sahputra Bako, mengatakan pemberian Kartu Kuning dari mahasiswa merupakan peringatan serius bagi Walikota Subulussalam.
“Mahasiswa sebagai pemuda regenerasi penerus Negeri terus membangun dan peran kontrol sosialnya untuk mengawal kebijakan pemerintah kota Subulussalam, dengan mendapat kartu kuning untuk orang nomor satu di negeri Sada kata ini saya kira hal yang tepat mengingat banyaknya persoalan yang mendera daerah ini, mereka memberikan alasan yang logis atas pemberian kartu kuning tersebut, persoalan dunia pendidikan seperti meminta pengoperasian bus sekolah kembali, “ujar Edi Sahputra Bako.
ADVERTISEMENT
. SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan mengalokasikan beasiswa yatim dan fakir miskin tingkat sekolah menengah ke bawah, meminta pembentukan plasma perusahaan yang ada di Subulussalam untuk menunjang sektor pendidikan, persoalan fasilitas pesantren dan infrastruktur jalan menuju makam syekh Hamzah Fansuri.
Masih banyak lagi yang kita nilai dari semua point rekomendasi tersebut sangat tepat dan penting diperhatikan Pemerintah Kota Subulussalam.
Pemerintah Subulussalam layak diberi kartu merah harusnya, karena kondisi daerah ini cukup kritis karena persoalan devisit keuangan daerah yang terus membengkak, penggunaan pinjaman dana pen masih banyak yang belum tepat sasaran untuk betul-betul membangkitkan perekonomian masyarakat.
Ditambah lagi adanya kegiatan aneh yang menciderai nilai syariat Islam di Aceh yaitu ada perlombaan Domino yang diselenggarakan di Pendopo Walikota Subulussalam yang di mana Ketua MPU Kota Subulussalam sudah meminta untuk diberhentikan kegiatan tersebut.
Jurnalis | Baharuddin Berutu










