Jajaran Syuriah PCNU Kab. Bandung, unsur Rois, Katib dan A’wan berkumpul mengadakan musyawarah menjaring aspirasi program yang akan diangkat pada musyawarah kerja cabang yang akan datang, di Ciparay, Pacet, bertempat di kediaman Ajengan Engan Abdul Wahid, sebagai Wakil Katib. Sabtu (20/08/2022).
Sebagai moderator, pada pertemuan itu adalah, Katib PCNU, KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A. Dan sebagai pertemuan silaturahmi dibuka dengan sambutan pertama dari KH. Haidar Musthofa kamal, sebagai Rois PCNU Kabupaten Bandung.
Dalam sambutannya, KH. Haidar Musthafa Kamal, merasa bersyukur, Alhamdulillah, karena diperiode ini, PC NU kKabupaten Bandung, beliau melihat NU kabupaten Bandung bisa lebih maju dari periode sebelumnya.
ADVERTISEMENT
. SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan barometer kemajuan dari pengurus periode masa ini, yang bisa memajukan orang NU sukses menjadi Bupati.
Menurut ingatan KH. Haidar, mengingat masa lalu, NU tempo dulu, diperiode-periode sebelumnya, saat ini diibaratkan hanya jadi tukang dorong saja, dan setelah maju, jadi Bupati, NU nya malah ditinggalkan.
Rois Syuriyah mengingatkan pula kepada jajaran Syuriyah yang hadir, dapat mengabdikan diri aktif dikepengurusan NU Itu akan mendatangkan keberkahan.
Beliau mendorong pengurus NU saat ini, untuk terus meningkatkan, peran keorganisasian dan saling bersinergi. Sehingga musawarah, dan ta’aruf yang sekarang ini dilaksanakan, akan membawa kebaikan untuk masa depan NU itu sendiri kedepannya.
Di ingatkan lagi, kepada para tamu undangan yang hadir, kepada Kiyai NU semua, harus kuat dalam lini penguatan informasi, sehingga tak ada disinformasi. Kemajuan yang terasa pada kepengurusan NU saat ini, sangat membanggakan.
KH. Haidar Musthafa, menceritakan kilas balik, pengalamannya pada masa lalu, puluhan tahun kebelakang, “Di mana saat itu, untuk menjadi ketua NU masa lalu, taruhannya adalah nyawa,” menurut beliau.
Tidak ada yg lebih baik untuk PC NU saat ini adalah Musyawarah! Pernyataan ini diulang hingga dua kali, mengingat pentingnya musyawarah sebagai panduan, kesepakatan, untuk hasil dan tujuan yang ingin dicapai oleh pengurus PC NU.
Diam di NU itu berkah!
Yaa berkah ilmu, yaa berkah Rizki, Menurut Rois Syuriyah.
Dan untuk silaturahmi sekarang Alhamdulillah baru kali ini bertemu dengan para pengurus Syuriyah NU dari semua unsur.
Di akhir sambutannya Kiyai Haidar meminta doa dari semua yang hadir untuk ikut mendoakan beliau dan istri yang akan berangkat umroh pada tanggal 29 Agustus ini.
Dari Katib Syuriyah PCNU, sebagai moderator, pada pertemuan silaturahmi, KH. Yusuf Ali Tantowi, beliau menegaskan, “Struktur Pengurus NU tertinggi adalah Syuriyah.”
Syuriyahlah yang bertugas pengarahkan, membina dan pengawasi pelaksanaan keputusan-keputusan organisasi NU.
Sehingga hari ini Syuriyah PCNU di kumpulkan, tak lain,untuk silaturahmi dan menyamakan persepsi serta saling mengenal satu dengan lainnya, sehingga bisa saling mengisi dan berkolaborasi dalam menjalankan tugas organisasi.
Sambutan Shohib al-bait Kiyai Enggan menyampaikan perasaan gembira, senang, atas Pra Mukercab, jajaran Syuriyah yang dilaksanakan di kediamannya.
Menurut Kiyai Enggan, “Perlu adanya halaqah sebuah sistem pengkaderan terstruktur dan berkelanjutan, sebagai masukan, penekanan untuk penguat fungsi sebagai Syuriyah itu sendiri.”
Sehingga Syuriyah itu sendiri, diminta untuk siap melakukan Action.
Setelah Konfercab dan terpilihnya ketua Tanfidziyah PCNU periode ini. Di mana harus ada musyawarah kerja di semester pertama, karena harus sudah mulai bekerja.
“Agenda Mukercab sudah harus diagendakan oleh PCNU,
dan pertemuan awal dari musyawarah menuju Mukercab. “
Dalam akhir sambutannya, Kiyai Enggan berharap dari hasil musyawarah dan kumpulan silaturahmi ta’aruf Dewan Syuriyah ini, bisa mendapat hasil untuk dibawa ke Mukercab nanti. Demikian prolog prakata dari tuan rumah Kiyai Enggan dengan harapannya bagi kebaikan PCNU kabupaten Bandung kedepan.
Kehadiran para anggota dewan Syuriyah PCNU Sabtu sore tanggal 20 Agustus ini, diharap menjadi penguat, dan diakuinya kiprah PCNU oleh pemerintahan kedepannya secara signifikan.
Sehingga setiap program yang keluar dari pemerintah, adalah hasil kesinergian dari pengodogan, Ormas NU Kabupaten Bandung, dengan kontribusi, masukan yang bermanfaat dan berarti, yang bisa bermanfaat untuk umat.
Adapun yang hadir pada musyawarah dan taaruf ini adalah :
KH. Asep sebagai Wakil Rois Syuriah, dari kecamatan Cikancung, KH. Nana Hanafiah, sebagai A’wan Syuriyah,dari kecamatan Ciparay, KH. Jalaludin sebagai A’wan Syuriyah, dari kecamatan Pangalengan, KH. Cecep Irfan sebagai Wakil Katib Syuriyah PC NU kab Bandung, dari kecamatan Majalaya, KH. Ending sebagai A’wan, KH. Dadang Basuni sebagai A’wan, KH. DJaja Ahmad Rosyidi sebagai A’wan dari kecamatan Paseh, Kiyai Awan Mulyana Al Murjani (Yono) sebagai A’wan Syuriah, dari kecamatan Katapang, Ajengan H. Syamsudin dari Kecamatan Cileunyi sebagai wakil katib PCNU, Kiyai Ending Jouharudin dari Bojong Koneng kecamatan Rancaekek, Gus Shohibul Ali Fadhil dari Kec. Buahbatu.
Gus Shohibul Ali Fadhil dari Kec. Buahbatu sempat jadi pengurus IPNU dan Pagarnusa Kabupaten Tuban pernah duduk sebagai pengurus di lembaga dakwah PWNU Jabar, sebagai kepala Bidang.
Pada kesempatan silaturahmi ini, agar jajaran Syuriyah bisa mendorong Pengurus PCNU bisa hapal dan faham alur birokrasi.
Hasil dari Musyawarah dan Pra Mukercab ini, jajaran Syuriyah PCNU, Rois, Katib, dan A’wan, merekomendasikan agar Mukercab PCNU segera dilaksanakan, supaya menjadi acuan yang disepakati, agar pengurus Tanfiziyah memiki program yang harus dilaksanakan pada semester pertama kepengurusan.
Mengakhiri pertemuan Silaturahmi, Ta’aruf dan Pra Mukercab ini, di tutup dengan do’a oleh KH. Asep dari Cikancung.
Jurnalis | Wahyu Aminudin | Sumber Bmbang Melga suprayogi M.Sn.
















